
Dalam dunia yang semakin berkembang dengan teknologi digital, kita hidup berdampingan dengan berbagai istilah teknologi seperti data, informasi, sistem, hingga AI atau kecerdasan buatan. Dari semua istilah itu, ada dua istilah dasar yang sering terdengar tetapi justru paling membingungkan yaitu data dan informasi. Keduanya tampak mirip, sering digunakan bergantian, bahkan dianggap sama. Padahal, perbedaannya sangat penting, tidak hanya bagi mahasiswa teknologi tetapi juga bagi pelaku bisnis, pendidik, hingga masyarakat umum yang menggunakan perangkat digital setiap hari.
Untuk memahami keduanya, kita perlu melihat bagaimana data bekerja dan bagaimana informasi terbentuk. Perbedaan antara data dan informasi ibarat perbedaan antara bahan mentah dan hidangan siap saji. Keduanya berhubungan, tetapi nilainya tidak sama.
Data adalah fakta mentah. Ia bisa berupa angka, kata, gambar, atau simbol apa pun yang belum memiliki makna. Ketika Anda melihat angka 27, 31°C, atau kata Surabaya tanpa penjelasan tambahan, Anda belum benar-benar tahu apa maksudnya. Angka itu mungkin jumlah barang, suhu udara, atau umur seseorang. Data tidak memberi tahu apa pun selain keberadaannya.
Berbeda dengan data, informasi memiliki makna yang jelas. Informasi muncul ketika data diolah, diberi konteks, dan dijelaskan sehingga bisa dipahami. Ketika Anda membaca kalimat suhu Surabaya hari ini adalah 31°C, Anda tahu apa yang sedang dibicarakan. Ketika Anda membaca produk A terjual 27 unit minggu lalu, Anda tahu itu berkaitan dengan penjualan. Ada cerita, ada konteks, ada arah yang bisa ditindaklanjuti. Inilah informasi, yaitu data yang sudah diperkaya sehingga membantu orang mengambil keputusan.
Untuk mempermudah pemahaman, bayangkan dapur rumah Anda. Sayur, telur, minyak, dan bumbu adalah data. Semuanya penting, tetapi tidak bisa dinikmati begitu saja. Ketika semua bahan itu diolah, dimasak, dan disajikan, maka lahirlah informasi. Dengan cara yang sama, data menjadi berguna ketika sudah diproses dan diberi makna.
Mengapa memahami perbedaan ini begitu penting? Karena keputusan besar dalam organisasi maupun bisnis tidak pernah diambil dari data mentah. Data hanya membawa fakta, tetapi informasi memberi arah. Perusahaan membutuhkan informasi untuk memahami perilaku pelanggan, pemerintah membutuhkannya untuk membuat kebijakan, dan mahasiswa memerlukannya untuk menarik kesimpulan dari penelitian. Tanpa informasi, kita hanya memiliki kumpulan angka tanpa arti.
Selain itu, memahami perbedaan ini membantu organisasi bekerja lebih efisien. Banyak perusahaan berlomba mengumpulkan data sebanyak mungkin, tetapi lupa bahwa yang benar-benar dibutuhkan adalah data yang relevan dan bisa diolah menjadi informasi. Data yang tidak digunakan ibarat gudang yang penuh tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Informasi-lah yang akhirnya menjadi dasar strategi, inovasi, dan pengambilan keputusan.
Proses mengubah data menjadi informasi juga tidak terjadi begitu saja. Ada langkah yang harus dilalui, mulai dari mengumpulkan data yang tepat, membersihkannya dari kesalahan, mengolahnya dengan metode yang sesuai, hingga memberikan konteks yang membuat orang memahami maksudnya. Tanpa konteks, data hanya angka yang berdiri sendiri. Dengan konteks, data menjadi pesan yang membantu kita memahami keadaan.
Contoh paling mudah terlihat dalam bisnis e-commerce. Sebuah toko online mungkin memiliki ribuan angka yang menunjukkan jumlah pengunjung, jumlah klik, jumlah pembelian, dan halaman yang ditinggalkan pengguna. Semua itu hanyalah data. Namun setelah diolah, lahirlah informasi seperti tingkat konversi, produk yang paling diminati, jam kunjungan tertinggi, atau alasan pelanggan meninggalkan keranjang belanja. Informasi seperti inilah yang bisa digunakan untuk meningkatkan strategi pemasaran, mengoptimalkan pengalaman pengguna, dan mendorong penjualan.
Pada akhirnya, memahami perbedaan data dan informasi adalah bagian penting dari literasi digital. Data adalah bahan mentah, sedangkan informasi adalah hasil olahan yang membawa nilai. Keduanya tidak bisa dipisahkan, tetapi memiliki fungsi yang berbeda. Ketika kita memahami bagaimana keduanya bekerja, kita bisa membuat keputusan yang lebih baik, mengembangkan bisnis dengan lebih tepat, dan memanfaatkan teknologi dengan lebih bijak.