
Surabaya, 07 Januari 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Telkom University Surabaya menggelar kegiatan “Pengobatan dan Uji Klinis Gratis” sebagai puncak rangkaian program penerapan teknologi tepat guna bagi pasien pasca stroke. Bekerja sama dengan RSUD Dr.Soetomo Surabaya, kegiatan ini memperkenalkan inovasi Picobot (Physiotherapy Collaborative Robot), sebuah robot pintar yang dirancang untuk membantu mempercepat rehabilitasi berjalan pasien.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam demonstrasi penggunaan robot fisioterapi buatan anak bangsa yang mampu menjawab tantangan keterbatasan alat medis canggih di rumah sakit daerah. Picobot hadir sebagai solusi efisien untuk menggantikan metode fisioterapi manual yang seringkali memakan waktu lama dan menguras tenaga fisik terapis.
Sebelumnya, pelayanan rehabilitasi di mitra RSUD Dr.Soetomo masih sangat bergantung pada terapi konvensional dan teknologi yang mahal. Keterbatasan jumlah tenaga fisioterapis berbanding jumlah pasien mengakibatkan antrean panjang dan frekuensi terapi yang kurang optimal. Melalui program Abdimas ini, Telkom University Surabaya menghadirkan solusi berupa robot Ankle-Foot Orthosis yang bekerja otomatis melatih gerakan kaki (dorsifleksi dan plantarfleksi) sesuai dengan fase berjalan manusia.
Ketua Tim Abdimas, Dimas Adiputra, Ph.D., menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi dalam mendukung kemandirian teknologi kesehatan nasional.
“Picobot dirancang dengan algoritma cerdas yang dapat menyesuaikan gerakan berdasarkan Body Mass Index (BMI) pasien. Dengan alat ini, latihan berjalan menjadi lebih terukur, presisi, dan dapat dilakukan secara repetitif tanpa membuat pasien maupun terapis kelelahan,” ujarnya di sela-sela kegiatan uji klinis di Kampus Telkom University Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 6 pasien pasca stroke mencoba langsung terapi menggunakan Picobot. Respon yang diberikan sangat positif, dengan indeks penerimaan teknologi mencapai skor 4,23 (Sangat Setuju). Pasien merasa alat ini nyaman digunakan dan memberikan rasa percaya diri saat berlatih jalan.

Sementara itu, perwakilan dari RSUD Bhakti Dharma Husada mengapresiasi kolaborasi strategis ini. Kehadiran Picobot dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas layanan di poli rehabilitasi medik.
“Teknologi ini menjadi terobosan yang sangat kami butuhkan. Selain membantu pasien sembuh lebih cepat, Picobot juga meringankan beban kerja tenaga medis kami sehingga pelayanan bisa lebih efisien,” ungkap salah satu tenaga medis mitra yang hadir.
Program Abdimas yang juga digawangi oleh dosen Nilla Rachmaningrum, S.T., M.T. dan Aris Kusumawati, S.Kom., M.Kom. ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) untuk menjamin kehidupan yang sehat, serta SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) melalui pengembangan inovasi teknologi robotik dalam negeri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan Picobot dapat diadopsi secara luas dan diintegrasikan ke dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) rumah sakit, sehingga semakin banyak pasien stroke yang mendapatkan akses rehabilitasi modern, terjangkau, dan efektif.
