Surabaya, 25 September 2025 – Dua mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Telkom University Surabaya berhasil mengukir prestasi yang sangat membanggakan pada Pameran Tugas Akhir Semeseter Genap 2024/2025 yang berada di V-Junction, Ciputra World Surabaya. Mereka berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam kategori Best Final

Pameran Tugas Akhir Telkom University Surabaya kembali digelar dengan meriah pada Kamis, 25 September 2025, di V-Junction, Ciputra World Surabaya. Sebanyak 55 karya terbaik dari 11 program studi dipamerkan dalam ajang bergengsi yang menampilkan inovasi dan kreativitas mahasiswa dari berbagai bidang.

Dari sekian banyak karya yang ditampilkan, dua mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi berhasil mencuri perhatian dan mendapat Juara 1 dan Juara 2 Best Final Project Exhibition Semester Genap 2024/2025 mengalahkan puluhan karya lain dari berbagai program studi. Prestasi ini tidak hanya membanggakan jurusan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Sistem Informasi mampu berinovasi dan memberi dampak nyata melalui karya mereka.

Juara 1: Haqiqi Pamungkas Arby Putra 

Mahasiswa Sistem Informasi Haqiqi Pamungkas Arby Putra berhasil meraih Juara 1 dengan tugas akhir berjudul “Identifikasi Penyakit Tanaman Melon Berbasis Citra Daun Menggunakan Teknologi Artificial Intelligence”. Karya ini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu petani mendeteksi penyakit pada tanaman melon melalui gambar daun yang dianalisis secara otomatis.

Tugas akhir ini dibantu oleh Bapak Mochamad Nizar Palefi Ma’ady, S.Kom., M.Kom., M.IM. sebagai dosen pembimbing pertama, dan Ibu Dr. Berlian Rahmy Lidiawaty, S.ST., M.MT. sebagai dosen pembimbing kedua serta Bapak  Dr. Helmy Widyantara, S.Kom., M.Eng yang memperkenalkan Arby dengan Rooftop Farming Center Telkom University Surabaya dan Dinas Pertanian Sidoarjo Puspa Lebo.

Melalui karyanya, Arby ingin menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi solusi praktis dalam dunia pertanian modern. “Banyak pengunjung yang tertarik dengan topik yang saya angkat. Mereka antusias bertanya tentang bagaimana sistem ini bekerja dan bagaimana AI dapat membantu petani mendeteksi penyakit tanaman lebih cepat” ujarnya.

Namun di balik keberhasilan itu, Arby mengaku sempat meragukan karyanya sendiri. “Jujur, saya sempat merasa topik saya terlalu sederhana dibandingkan penelitian teman-teman lain. Tapi ternyata, kerja keras dan proses panjang yang saya lalui akhirnya membuahkan hasil manis,” katanya

Ia juga menyampaikan pesan untuk mahasiswa lain. “Jangan meremehkan diri sendiri. Setiap orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing. Teruslah dorong diri kalian untuk melangkah sedikit lebih jauh dari batas yang kalian pikirkan. Jangan terlalu terpaku pada hasil akhir, tetapi nikmatilah setiap prosesnya. Dari proses tersebut, kalian akan belajar banyak hal tentang kesabaran, kegigihan, serta bagaimana cara tetap berdiri ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Pada akhirnya, proses yang baik akan selalu membawa hasil yang baik.” tutup Arby.

Juara 2: Javier Jibran

Di posisi Juara 2, ada Javier Jibran, mahasiswa Sistem Informasi yang juga tampil menonjol dengan karya kreatifnya berjudul “Campus Adventure: Telkom University Surabaya”. Proyek ini merupakan media promosi kampus berbasis platform Roblox, yang memungkinkan calon mahasiswa menjelajahi kampus Telkom University Surabaya secara virtual  mulai dari melihat fasilitas hingga mengenal suasana lingkungan kampus.

Tugas akhir ini dibimbing oleh Ibu Sri Hidayati S.Si., M.Stat. sebagai dosen pembimbing pertama dan Bapak Rosyid Abdillah, S.Si., M.Kom. sebagai dosen pembimbing kedua.

“Awalnya saya ingin mengambil topik tentang pengembangan UI/UX karena minat saya di desain web,” cerita Javier. “Namun setelah berdiskusi dengan dosen pembimbing, ide akhirnya berkembang. Waktu itu Pak Rosyid menyarankan untuk membuat media promosi kampus lewat Roblox, karena platform ini sedang ramai di Indonesia.”

Dari ide tersebut, Javier kemudian melakukan riset, belajar dari berbagai tutorial, dan merancang dunia virtual Telkom University Surabaya dari nol. “Rasanya senang banget waktu pameran, banyak pengunjung yang datang ke booth dan mencoba game-nya. Bahkan ada lebih dari 15 orang datang bersamaan, sampai saya kewalahan menjelaskan,” ujarnya.

Ketika diumumkan sebagai Juara 2, perasaan bangga tak bisa disembunyikan. Ia juga memberikan pesan kepada mahasiswa lain “Jangan takut beda, justru karena perbedaan kita bisa nemuin hal-hal yang nggak bisa didapat kalau cuma ikut arus. Kadang, hal yang kamu pikir aneh atau nggak umum itu justru jadi ciri khas yang bikin kamu diingat. Kuliah bukan cuma soal nilai atau tugas, tapi juga tentang gimana kamu ngembangin diri, nyari pengalaman, dan berani ambil langkah yang orang lain ragu buat coba. Jadi, jangan takut buat jadi versi terbaik dirimu sendiri, meski itu berarti kamu harus jalan di jalur yang nggak banyak orang lewatin.” Ucapnya.

Kreativitas Tanpa Batas dari Mahasiswa Sistem Informasi

Kisah Haqiqi Pamungkas Arby Putra dan Javier Jibran menjadi cerminan nyata semangat inovatif oleh mahasiswa Sistem Informasi Telkom University Surabaya. Dari penerapan Artificial Intelligence di sektor pertanian hingga promosi kampus lewat dunia media sosial, keduanya membuktikan bahwa kreativitas tidak memiliki batas. Selama ada keberanian untuk mencoba hal baru. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berani mengeksplor ide-ide segar, dan membawa nama Telkom University Surabaya semakin bersinar di kancah akademik dan teknologi.