Bayangkan kamu memiliki ribuan dokumen penting. Jika semuanya hanya ditumpuk di sudut kamar, kamu pasti akan kebingungan saat harus mencari satu lembar dokumen spesifik dalam waktu cepat. Di dunia digital, tumpukan dokumen tersebut adalah data, dan lemari arsip tempat menyimpannya dikenal dengan istilah database atau basis data.

Secara sederhana, database adalah kumpulan data yang disimpan secara sistematis di dalam komputer sehingga dapat diolah dan diakses dengan mudah. Namun, seiring dengan berkembangnya teknologi, kebutuhan penyimpanan data menjadi sangat beragam. Aplikasi ojek online, media sosial, dan sistem perbankan tentu memiliki cara penyimpanan yang berbeda-beda.

Oleh karena itu, para ahli teknologi menciptakan berbagai macam database untuk kebutuhan spesifik. Berikut adalah beberapa jenis database utama yang paling sering digunakan di dunia industri saat ini.

Relational Database (SQL)

Ini adalah jenis database yang paling klasik dan masih sering digunakan sebagai tulang punggung sistem informasi perusahaan. Sesuai namanya, Relational Database menyimpan data dalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan. Kamu bisa membayangkannya seperti dokumen Microsoft Excel raksasa yang sangat rapi.

Di dalam jenis ini, setiap baris dan kolom memiliki aturan yang ketat. Misalnya, kolom “Nama” hanya boleh diisi dengan huruf, dan kolom “Harga” hanya boleh diisi dengan angka. Karena sangat terstruktur, database ini sangat cocok untuk sistem yang membutuhkan akurasi tinggi tanpa toleransi kesalahan, seperti sistem keuangan, kasir, atau pendataan akademik mahasiswa. Contoh sistem yang populer digunakan adalah MySQL dan PostgreSQL.

NoSQL Database

Berbeda dengan SQL yang kaku dan penuh aturan tabel, NoSQL Database hadir untuk menjawab kebutuhan penyimpanan data modern yang tidak beraturan (tidak terstruktur). Di dunia nyata, data yang dihasilkan dari media sosial, seperti teks chat, gambar, hingga video, tidak bisa dipaksa masuk ke dalam tabel-tabel kaku.

NoSQL menyimpan data layaknya memasukkan barang ke dalam kotak besar tanpa harus memilahnya ke dalam laci-laci khusus. Keunggulan utamanya adalah fleksibilitas dan kemampuan menampung data dalam jumlah sangat besar secara cepat. Jenis ini sangat digemari oleh perusahaan startup atau aplikasi yang membutuhkan pembaruan data secara langsung (real-time). Contoh yang sering digunakan oleh programmer adalah MongoDB dan Firebase.

Cloud Database

Dulu, perusahaan harus membeli mesin server fisik yang mahal dan memakan banyak tempat untuk menyimpan data. Kini, hadir Cloud Database yang memungkinkan data disimpan di internet menggunakan layanan dari penyedia pihak ketiga.

Konsepnya mirip seperti menyewa gudang. Kamu tidak perlu membangun gudang sendiri, cukup membayar biaya sewa sesuai dengan kapasitas yang kamu gunakan. Keuntungannya sangat besar, mulai dari biaya perawatan yang lebih murah, keamanan yang dijaga langsung oleh penyedia layanan, hingga kapasitas yang bisa dinaikkan atau diturunkan kapan saja. Layanan seperti Google Cloud SQL atau Amazon Web Services (AWS) adalah contoh nyata dari teknologi ini.

In-Memory Database

Sebagian besar database menyimpan data di dalam hard drive atau penyimpanan permanen komputer. Namun, ada kalanya sebuah sistem membutuhkan akses data yang luar biasa cepat, misalnya pada aplikasi game online atau papan skor digital yang berubah setiap detik.

Untuk mengatasi hal ini, digunakanlah In-Memory Database. Alih-alih menyimpan data di dalam hard drive, sistem ini menyimpan data langsung di dalam memori utama komputer atau RAM. Hasilnya, kecepatan proses pengambilan data bisa meningkat drastis. Salah satu teknologi terpopuler untuk jenis ini adalah Redis.

Kesimpulan

Tidak ada satu jenis database yang sempurna untuk semua keadaan. Memilih database yang tepat sangat bergantung pada jenis data yang dimiliki, seberapa cepat data tersebut harus diproses, dan berapa anggaran yang tersedia. Di Jurusan Sistem Informasi, mahasiswa dilatih tidak hanya untuk menguasai cara menggunakan database ini, tetapi juga memiliki kepekaan analitis untuk merancang tempat penyimpanan data yang paling optimal dan efisien bagi kelangsungan sebuah bisnis.